PKPM NUKU YOGYAKARTA

Toadore FEST Vol. II: Mahasiswa Tidore di Yogyakarta Bawa Semangat Pemajuan Kebudayaan ke Panggung Nasional.

Toadore FEST Vol. II: Mahasiswa Tidore di Yogyakarta Bawa Semangat Pemajuan Kebudayaan ke Panggung Nasional.
Yogyakarta, 25–26 Oktober 2025 —
Perkumpulan Keluarga Pelajar Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta kembali menggelar Toadore FEST Vol. II, sebuah festival budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Tidore dan Maluku Utara dalam nuansa edukatif, artistik, dan inspiratif.

Bertempat di Monumen Serangan Umum 1 Maret, acara yang berlangsung selama dua hari ini (Sabtu–Minggu, 25–26 Oktober 2025, pukul 08.00–22.00 WIB) menghadirkan rangkaian kegiatan budaya bertema “Rasa, Nada, dan Narasi” — mencakup pertunjukan seni, kuliner tradisional, hingga pameran sejarah dan edukasi kebangsaan.

Dari Yogyakarta untuk Nusantara

Ketua PKPM NUKU Yogyakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Toadore FEST bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wujud nyata peran mahasiswa Tidore sebagai pelaku budaya di ranah nasional.

“Memperkenalkan budaya Tidore di Yogyakarta berarti membawa nilai-nilai leluhur ke ruang dialog budaya Indonesia. Ini adalah bentuk nyata semangat Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017,” ujarnya.

Pemilihan Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan dinilai tepat karena kota ini menjadi simbol pertemuan antara tradisi dan modernitas serta rumah bagi ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Tujuan dan Pesan Budaya

Toadore FEST Vol. II membawa dua tujuan utama, yaitu:

Mendukung proses pengesahan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional oleh Kementerian Sosial RI.

Merekomendasikan tiga warisan budaya tak benda kepada Pemerintah Daerah Tidore Kepulauan, yakni Hula Keta/Sagu Jai, Lapis Tidore, dan Sarabati.
Ketiga warisan ini akan disajikan dalam rangkaian Oyo Bari, pada 26 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB.

Selain itu, festival ini juga menjadi ruang edukatif bagi publik untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai sejarah dan perjuangan Kesultanan Tidore.

Pesan Dukungan dari Pemerintah

Dalam sambutannya, Dr. Sofyan Saraha, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mewakili Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya festival ini.

“Kami berharap Toadore Festival dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Daerah, sekaligus ruang kreatif yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya Tidore,” ucapnya.

Sementara itu, Dr. Didik Wardaya, SE., M.Pd., Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan, menekankan bahwa kegiatan seperti ini selaras dengan nilai keistimewaan Yogyakarta.

“Pelestarian budaya tidak dibatasi oleh ruang dan asal. Di Yogyakarta, semua budaya berhak tumbuh bersama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Suara Anak Muda untuk Kebudayaan

Ketua Panitia Toadore FEST Vol. II menambahkan bahwa perjalanan enam bulan persiapan festival ini penuh dinamika dan tantangan.

“Perjalanan kami tidak mudah, banyak keterbatasan yang kami hadapi, tetapi semangat tidak pernah padam. Kami percaya niat baik akan selalu bermuara pada hasil yang baik pula,” ungkapnya.

Dengan semangat tersebut, PKPM NUKU Yogyakarta berharap festival ini menjadi langkah konkret generasi muda Tidore dalam memperkuat jati diri bangsa melalui seni dan kebudayaan.

📍 Acara: Toadore FEST Vol. II
📅 Tanggal: 25–26 Oktober 2025
🕗 Waktu: 08.00–22.00 WIB
🏛️ Tempat: Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta
🎯 Penyelenggara: PKPM NUKU Yogyakarta
🤝 Didukung oleh: Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan & Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta