PKPM NUKU YOGYAKARTA

Ia hidup, bernyayi,menari, dan kini tersaji ditengah tana jawa: Road TO Toadore FEst Vol. II

Ia hidup, bernyayi,menari, dan kini tersaji ditengah tana jawa: Road TO Toadore FEst Vol. II
Yogyakarta, 22 Juli 2025 Mengawali rangkaian menuju Toadore Fest Vol. II, para panitia Toadore Fest Vol. ll dan komunitas Maluku Utara di Yogyakarta antusiasme dengan kegiatan ini. Yang berlangsung di Ketok Studio, Kalipakis, Bantul, Yogyakarta, pada Senin malam, 21 Juli 2025, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Dengan tema yang di angkat “Budaya Tidore di Bumi Mataram: Jejak, Rasa, dan Nada”, yang menjadi titik awal untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tidore kepada masyarakat luas, khususnya di Yogyakarta.

Road To Toadore Fest berhasil menyuguhakan lebih dari sekedar pertunjukan seni. Ia ada ruang rindu yang menjelma menjadi suara, tarian, dan rasa. Menyentuh dalam semangat kolektif anak-anak muda Tidore yang merantau namun tak pernah lupa rumah. Yang mencakup Sejumlah penampilan memukau dalam panggung sederhana namun penuh makna. Dari alunan hip-hop penuh semangat oleh Presiden Tidore dan Aqsal Le’vai, hingga puisi-puisi dari Sanggar Faifiye Halmahera Timur. Nyanyian solo dari Thardan Maluku Utara dan IKPB Cabang Yogyakarta juga menambah suasana syahdu, disusul musik solo dari Hendrik Pangkele, tari tradisional oleh Sanggar Bogani, hingga lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh Sanggar Kie Se Kolano.

Namun bukan hanya nada yang dibagikan, tetapi juga rasa. Makanan dan minuman khas Tidore disajikan kepada para pengunjung, ini sebuah langkah konkrit mengenalkan cita rasa rempah dan tradisi kuliner dari tanah Kolano kepada publik Yogyakarta yang multikultural.

“Kegiatan ini adalah bentuk upaya konkret kami memperkenalkan dan merawat budaya Tidore di tengah-tengah masyarakat multikultur seperti Yogyakarta. Kami tidak ingin budaya kami hanya dikenal di kampung halaman, tapi juga dirasakan dan dihargai di luar daerah,” ujar Furqan Rivhay Rahman, Ketua Panitia acara.

acara ini membuktikan bahwa semangat anak muda mampu menghidupkan kembali budaya dengan modal solidaritas dan kreativitas. Yang berkerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Nuku Yogyakarta, SaRanG, RUBANAH Underground Hub, OK Foundation, Enja, Sanggar Kie Se Kolano, Kimko Art Management, dan Ketok Studio.

“Meskipun belum mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, antusiasme publik terhadap acara ini memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan kesadaran budaya tetap hidup di kalangan anak muda Tidore. Seperti kata Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, S.E: ‘Torang tara punya tambang, tapi torang pe tamang itu anak-anak muda kreatif.’ Dan kami di sini adalah buktinya,” tegas Afdan Abdullatif, Ketua Umum PKPM Nuku Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi jembatan penting menuju Toadore Fest Vol. II, yang akan digelar dalam skala lebih besar dalam waktu dekat. Harapannya, semangat lintas budaya dan semangat “Kolano” terus tumbuh dan menggema di tanah perantauan.