PKPM NUKU YOGYAKARTA

Pengurus PKPM Nuku Yogyakarta Periode 2024/2025 Resmi di lantik Pengurus perkumpulan keluarga pelajar dan mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakrta

Pengurus PKPM Nuku Yogyakarta Periode 2024/2025 Resmi di lantik  Pengurus perkumpulan keluarga pelajar dan mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakrta
Pengurus perkumpulan keluarga pelajar dan mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakrta periode 2024/2025 resmi di lantik pada sabtu, 18 Januari 2025 berlokasi di studio banjarmili.
Pelantikan pengurus baru ini mengangkat tema “Rektualisasi peran kekeluargaan untuk mewujudkan kembali PKPM Nuku yang berkarakter”. Pelantikan pengurus baru PKPM nuku ini dihadiri oleh beberapa organisasi mahasiswa kedaerahan seindonesia. Mulai dari Taman Pelajar Aceh, Ikamasi Bekasi, IPMKS Subang, IKPM Kota Waringin Barat, IPMP Polewali Mandar, hingga IKPM kabupaten dari Maluku maupun Maluku Utara.
Pada kesempatan kali ini, pengurus baru PKPM Nuku Yogyakarta dilantik oleh sesepuh sekaligus mantan ketua umum PKPM Nuku Yogyakarta, Dr. King Faisal Sulaiman, S.H.,LLM.
Ketua panitia Muh Afriadi Nurdin dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya dan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah setia menemani pada saat pengerjaan serta individu yang terlibat dalam menyukseskan pelantikan PKPM Nuku periode 2024/2025.
Afriadi mengatakan,
“Pelantikan pengurus menandakan adanya lembaran baru yang perlu dihias dengan berbagai tulisan. Kertas kosong putih yang baru dibuka patut kita isi dengan harapan dan doa-doa yang baik. Jika dilembaran sebelumnya kita pernah tak sengaja membuat noda, anggap saja itu bagian dari proses dan buat kita memahami bahwa tak selamanya semua yang kita ukir bisa sesuai dengan apa yang diinginkan. Hey, simpan penghapusmu dan biarkan noda itu menjadi memori baik.”
“Dalam pelantikan pengurus kali ini, tema yang diangkat adalah “Reaktualisasi peran kekeluargaan untuk mewujudkan kembali PKPM Nuku yang berkarakter“. Tentu hal ini sejalan dengan harapan dan doa yang kami bawa kedepannya. Keinginan yang kuat untuk lebih meningkatkan rasa kekeluargaan di tanah rantau menjadi topik yang kami angkat. Sudah saatnya kita eratkan gandengan tangan untuk mengharumkan nama Tidore di khalayak ramai. “Ino fo makati nyinga, gosa Tidore na ronga toma jang se laha ma doya”
Beranjak dari ketua panitia, ada sambutan dari Ketua umum demisioner PKPM Nuku Yogyakarta Fardi Zulkar. Dalam sambutannya Fardi memberikan doa dan harapan kepada pengurus baru, serta terima kasih yang sebeser-besarnya kepada semua pihak yang telah membantunya selama memimpin roda organisasi.
“ Harapan saya untuk pengurus baru jangan takut untuk berkreasi selama itu mampu memberikan dampak positif. Pengurus baru harus punya warnanya tersendiri dan berbeda dengan kepengurusan sebelumnya. Karena sedikit lebih beda itu lebih baik dari pada sedikit lebih baik.”
“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu selama kepengurusan saya kemarin. Yang berada di belakang sebagai penopang, yang berada di depan sebagai tameng pelindung, serta yang berada di samping sebagai pendamping. Terima kasih untuk ramai sepi yang milik bersama, terima kasih karena senantiasa saling membasuh, semoga pahit-pahit yang lewat diganti dengan manis-manis yang menetap. Walau pedih kita bersama sampai hari ini, tapi saya pribadi masih ingin melihat kalian di esok hari !”
Sementara itu ketua PKPM Nuku terpilih Afdan Abdullatif dalam sambutannya mengaku bahwa eksistensi PKPM Nuku Yogyakarta merupakan suatu kebanggan baginya yang dimana dia merasakan suka dan duka akan proses serta perkembangan yang telah dilewati.
Di kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya untuk menyampaikan sepatah dua kata pada malam hari ini, yang pertama :
1. Saya ucapan banyak terima kasih kepada seluruh pengurus dan jajaran yang telah memberikan amanah dan tanggung jawab kepada saya sebagai ketua PKPM Nuku 1 periode berjalana. Dan saya juga mohon dukungan serta masukan dari sesepuh dan senioritas yang hadir pada malam hari
2. PKPM Nuku merupakan salah satu wadah atau tempat bagi mahasiswa Tidore yang berada di Yogyakarta. Dengan adanya Wadah ini teman” semua dapat melakukan pengembangan diri baik Minat dan bakat. Setiap orang dapat berproses diorganisasi dengan melakukan program pendidikan dan kesenian.
3. Ada salah satu pesan leluhur yang menjadi pedoman bagi kita semua yaitu dalam bahasa Tidore berbunyi YAU FOMATAI PASI MORO-MORO FO MAKU ISE artinya bahwa kita ada satu yang tak pernah dipisahkan.baik dari Rum sampai Jiko Coba, dari Kayasa sampai Nuku Kita adalah Satu Yaitu Toadore.
Dr. King Faisal Sulaiman, S.H.,LLM setelah melantik pengurus baru PKPM Nuku Yogyakarta, memberikan sedikit wejangan kepada pengurus yang baru dilantik.
“Kesultanan Tidore telah eksis sebagai sebuah negara yang berdaulat sejak tahun 1082 M-1967 M. Dengan demikian masa kekuasaan Kesultanan Tidore memegang rekor kedua paling lama setelah kerajaan Sriwijaya yakni abad IV-1406 M. Nenek moyang Tidore memiliki pengalaman mengelola negara cukup lama, melampui usia Republik Indonesia yakni sejak 885 tahun silam (1082 masehi hingga 1967).”
“Kesultanan Tidore mampu lama bertahan karena didukung oleh tatanan kelembagaan adat se atorang yang sangat modern yaki Peraturan Kie Se Kolano 1868 M . Konstitusi tidore ini, dibentuk pada tanggal 3 Muharam 1285 H/25 April 1868 M pada masa Sultan Kaicil Jauhar Alam ( Sultan ke 34 ). Peraturan Kie Sekolano 1868 M merupakan konstitusi sekaligus idiologi negara Kesultanan Tidore yang mengandung prinsip musyawarah, prinsip persamaan, penegakan hukum dan HAM serta ketaatan pada rakyat. “
“Berbagai nilai kearifan lokal dalam konstitusi Tidore, sejalan dengan kebutuhan sistem negata modern saat ini. Peraturan Kie Se Kolano 1868 M, usianya setara dengan konstitusi Pertama Dinasti/Kesultanan Turki tahun 1876 pada masa kekuasaan Khalifah Abdul Aziz I yang berkuasa sejak 1861 hingga 1876 M.”
“Peraturan Kie Se Kolano telah mengajarkan bahwa dalam berogranisasasi prinsip kemanusiaan yang beradab (Adat Se Nakodi) dan musyawarah mufakat (Syah Se Fakat) harus dijunjung tinggi. Pemimpin harus menyatukan (Kie Se Kolano) dan wajib amanah dan tanggungjawab yakni Ngaku se rasai.”
“Era Sultan Nuku merupakan puncak kejayaan Kesultanan Tidore yang luar biasa. Spirit patriotisme dan nasionalisme Nuku patut diteladani oleh PKPM NUKU Yogyakarta. Sebagai generus muda NUKU, kita wajib mengambil semangat filosofi yang terkandung dalam nilai, asas Peraturan Kie Se Kolano. Banyak prmimpin saat ini berprilaku korup dan serakah karena mengabaikan prinsip Mae se kolofinoto tede suba te jou madubo. “
“Prinsip ini adalah warisan nenek moyang kita yang tidak kalah dengan Pancasila sebagai idiologi negara. Jaga Loa Se Banari (kejujuran dan keadilan) merupakan salah satu prinsip Peraturan Kie Se Kolano, yang harus menjadi fondasi organisasi. Saya mengucapkan apresiasi kepada pengurus demisioner atas dedikasinya dan selamat kepada pengurus baru dalam menjalankan amanah. Kalian semua adalah generasi muda NUKU yang hebat dan luar biasa. Jaga spirit NUKU dan Peraturan Kie Sekolano . PKPM Nuku insyallah tetap sukses dan menginspirasi bagi masa depan mahasiswa/pelajar yang gemilang.”